Promosi

Penawaran khusus mengenai produk dan jasa teaching factory

Gallery

Dokumentasi kegiatan dan proses pengembangan pembelajaran berbasis teaching factory (TEFA).

Produk dan Jasa

Penjelasan produk dan jasa pada kopentensi keahlian teaching factory

Teaching Factory

Teaching factory dapat didefinisikan sebagai model pembelajaran berbasis industry (produk dan jasa) melalui sinergi sekolah dengan DUDI untuk menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan pasar. Model pembelajaran berbasis industri berarti bahwa setiap produk praktik yang dihasilkan adalah sesuatu yang berguna dan bernilai ekonomi atau daya jual dan diterima oleh pasar, sehingga teaching factory akan menjadi sarana penghubung untuk kerjasama antara sekolah dan industr

Konsep Teaching Factory

Model Pertama

Dual system dalam bentuk praktek kerja industri adalah pola pembelajaran kejuruan di tempat kerja yang dikenal sebagai experience based training atau enterprise based training

Model Kedua

Competency Based Training (CBT) atau pelatihan berbasis kompetensi merupakan sebuah pendekatan pembejalaran yang menekankan pada pengembangan dan peningkatan keterampilan dan pengetahuan peserta didik sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Pada metode ini, penilaian peserta didik dirancang sehingga dapat memastikan bahwa setiap peserta didik telah mencapai keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan pada setiap unit kompetensi yang ditempuh.

Model Ketiga

Production Based Educatio and Training (PBET), merupakan pendekatan pembelajaran berbasis produksi. Kompetensi yang dimiliki oleh peserta didik perlu diperkuat dan dipastikan keterampilannya dengan memberikan pengetahuan pembutan produk nyata yang dibutuhkan dunia kerja (industri dan masyarakat).

Tujuan dan Manfat Teaching Factory

Program Teaching factory di SMK adalah melakukan realisasi produk dalam sistem pembelajaran, sedangkan secara khusus bertujuan antara lain:

Bagi Siswa

  1. Mempersiapkan lulusan smk menjadi pekerja,dan wirausaha.
  2. Membantu siswa memilih bidang kerja yg sesuai dengan kompetensinya.
  3. Menumbuhkan kreatifitas siswa melalui learning by doing.

  4. Memberikan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
  5. Memperluas cakupan kesempatan rekruitmen bagi lulusan SMK.
  6. Membantu siswa SMK dalam mempersiapkan diri menjadi  tenaga kerja, serta membantu menjalin kerja sama dengan dunia kerja yang aktual, dan lain-lain
  7. Memberi kesempatan kepada siswa SMK untuk melatih keterampilannya sehingga dapat membuat keputusan tentang karir yg dipilih.

Bagi Guru

  1. Memberi kesempatan kepada guru SMK untuk memperluas wawasan instruksional.
  2. Memberi kesempatan kepada guru SMK untuk membangun jembatan instruksional antara dunia kelas dengan dunia kerja.
  3. Membuat pelajaran lebih menarik dan memotivasi siswa belajar.